Jumat, 28 September 2012

Tanggung Jawab Sosial dan Etika Manajer



Pandangan Klasik  mengenai  tanggung jawab sosial manajemen hanyalah untuk memaksimalkan laba dengan menjalankan bisnis sesuai dengan kepentingan terbesar pemegang saham. Sedangkan pandangan sosial  ekonomi tanggung jawab sosial tidak hanya sekedar menghasilkan laba tetapi juga meningkatkan dan melindungi kesejahteraan sosial terutama lingkungan sekitarnya. Ada beberapa hal yang mendukung dan Menentang adanya tanggung jawab sosial.
a.       Mendukung
·         Harapan masyarakat
·         Laba jangka panjang
·         Lingkungan yang lebih baik
b.      Menentang
·         Menghalangi maksimalisasi laba
·         Lunturnya tujuan
·         Biaya
Dari kewajiaban kecepat tangapan sebuah perusahaan, perusahaan mempunyai kewajiban sosial yaitu kewajiban perusahaan untuk memenuhi tanggung jawab ekonomis dan hukum, dan tidak untuk yang lainya. Kecepat tanggapan sosial perusahaan adalah kemampuan perusahaan menyesuaikan diri dengan keadaan masyrakat yang berubah-rubah melalui keputusan-keputusan praktis manajer. Perbandingan antara tanggung jawab sosial dan kecepat tanggapan sosial dari segi pertimbangan utama tanggung jawab sosial lebih etis sedangkan kecepat tanggapan sosial lebih pragmatis dan dari segi kefokusannya tanggung jawab sosial lebih fokus ke tujuan sedangkan kecepat tanggapan sosial lebih ke sarana.
Berdasarkan kenyataan yang ada lebih banyak menguntungkan terhadap kinerja ekonomi dalam jangka panjang jika perusahaan melakukan kewajiban sosial. Dalam masalah lingkungan yang secara global seorang manajer akan dihadapkan pada berbagai masalah, antara lain : pencemaran air, udara, dan tanah; pemanasan global dari emisi gas; dan penyusutan sumberdaya alam. Akan tetapi ada beberapa pendekatan sebuah perusahaan menjadi organisasi yang ramah lingkungan yaitu melalui pendekatan hukum, pasar, para pemercaya (stakeholder),dan pendekatan aktivitas.
Berdasarkan definisinya etika adalah peraturan dan prinsip yang mendifinisikan tindakan benar atau salah. Ada empat pandangan mengenai etika, antara lain : pandangan utilitarian, pandangan hak, pandangan teori keadilan, dan pandangan kontrak sosial terpadu. Pandangan utilitarrian sendiri adalah keputusan etika yang semata-mata dibuat berdasarkan hasil atau akibat keputusan itu. Pandangan hak merupakan kefokusan terhadap penghormatan,  perlindungan hak, dan kebebasan pribadi. Pandangan teori keadilan yaitu para manajer mendorong dan memaksakan peraturan secara adil, tidak memihak, dan tindakan itu dilakukan dengan mengikuti seluruh peraturan dan perundang-undangan dibidang hukum. Dalam pandangan kontrak sosial terpadu keputusan etika harus didasarkan pada sejumlah faktor empiris (yang pernah ada) dan faktor normatis (apa yang seharusnya), berdasarkan pada norma etika yang ada yang menyatakan benar atau salah.